Langsung ke konten

Keranjang

Keranjang Anda kosong

Saemidori (Sencha Kabuse / Wazuka, Kyoto)

Harga diskonRp 259.000,00
Ukuran:
送料の計算

 

Nama varietas Saemidori berasal dari arti "hijau yang cerah". Warna air tehnya hijau terang dan jernih, dan dapat dinikmati bersama rasanya yang kaya.

 

Saemidori lahir dari persilangan varietas Yabukita dan Asatsuyu. Karena langka dan berkualitas tinggi, varietas ini dikenal sebagai salah satu sencha yang paling dihargai. Umami (rasa gurih yang lembut) dan rasa manis alaminya sangat menonjol, dan rasa sepatnya hampir tidak terasa.

 

Daun teh yang dirawat dengan cermat di alam Wazuka, Kyoto, menghadirkan umami dan rasa manis yang pekat pada seduhan pertama. Pada seduhan kedua, rasanya bertambah dalam lalu berubah menjadi akhir rasa yang bersih. Semakin diminum, keselarasan umami dan kesegarannya semakin terasa, dan karakter khas varietas ini bisa dinikmati sepenuhnya.

 

 

• Apa itu kabusecha

Kabusecha adalah teh yang berada di antara sencha dan gyokuro. Kebun teh ditutup untuk menghalangi sinar matahari, sehingga pembentukan katekin, zat penyebab rasa sepat, ditekan, dan umami serta rasa manisnya muncul. Gyokuro ditutup sekitar 20 hari, sedangkan kabusecha biasanya sekitar satu minggu. Karena itu, kabusecha memiliki rasa manis yang lembut seperti gyokuro sekaligus kesegaran khas sencha.


Teh dari Wazuka, Kyoto: Sejarah 800 Tahun dan Kabut Pagi


Kota Wazuka terletak di bagian selatan Prefektur Kyoto. Tradisi pembuatan teh telah diwariskan di sini selama 800 tahun, dan daerah ini dinilai sangat tinggi dalam rasa, aroma, maupun bentuk daun (daun teh yang tergulung rapi dan lurus seperti jarum).

Wazuka adalah cekungan yang dikelilingi pegunungan, dengan perbedaan suhu siang dan malam yang besar, dan kebun tehnya sering diselimuti kabut pagi yang tebal. Kabut ini bukan hanya membuat pemandangan indah. Bagi daun teh, kabut ini seperti "payung alami".

Asam amino, sumber umami dan rasa manis teh, mudah berubah menjadi zat yang memberi rasa sepat dan pahit jika terlalu banyak terkena sinar matahari yang kuat. Namun di Wazuka, kabut pagi menyelimuti kebun teh dan melunakkan sinar matahari langsung, sehingga umami tetap terjaga di dalam daun. Perbedaan suhu yang lahir dari bentuk lahan, dan kabut pagi yang muncul karenanya: alam khas Wazuka inilah yang menumbuhkan secangkir teh yang lembut, kaya umami, dan tidak terlalu sepat.


【Cara Menyimpan Daun Teh】


• Simpan daun teh yang belum dibuka di tempat sejuk dan gelap, jauh dari sinar matahari langsung, suhu tinggi, dan kelembapan. Untuk penyimpanan lama, tutup rapat lalu bekukan, dan biarkan kembali ke suhu ruang sebelum dibuka agar mutunya terjaga.

• Setelah dibuka, pindahkan ke wadah yang kedap udara dan tidak tembus cahaya, simpan di tempat sejuk dan gelap, dan nikmati secepatnya (sebaiknya dalam satu bulan). Teh mudah menyerap bau, jadi hindari menyimpannya di dekat benda yang beraroma kuat.

Saemidori (Sencha Kabuse / Wazuka, Kyoto)
Saemidori (Sencha Kabuse / Wazuka, Kyoto) Harga diskonRp 259.000,00

Cara Menyeduh Teh yang Nikmat