Atsushi Shimomura
Berlatih di tungku Ryuta, salah satu tungku terkemuka di Karatsu (daerah penghasil keramik), lalu mandiri. Karyanya sederhana namun terasa hangat oleh sentuhan tangan. Meato pada piring adalah bekas saat piring ditumpuk dan dibakar di tungku, yang menghadirkan kesan bersahaja khas buatan tangan. Motif hakeme (sapuan tanah liat putih dengan kuas) yang berbeda di setiap piring, piring bergambar yang dilukis dengan tangan bebas, dan hakeme hitam yang berkilau keperakan karena dibakar dua kali juga memperlihatkan ketelitian sang seniman. Ia menghargai teknik tradisional sambil mengejar keindahan sederhana yang bisa dipakai sehari-hari.
| Riwayat | |
|---|---|
| 1985 | Lahir di Prefektur Kanagawa |
| 2009 | Lulus dari Ritsumeikan Asia Pacific University |
| 2017 | Setelah bekerja sebagai web director, berguru kepada Taki Nakazato di tungku Ryuta, Karatsu |
| 2020 | Mendirikan studio sendiri dan berkarya di Sagamihara, Prefektur Kanagawa |
Atsushi Shimomura
Berlatih di tungku Ryuta di Karatsu, lalu mandiri. Karyanya sederhana namun hangat oleh sentuhan tangan. Meato (bekas penyangga saat dibakar), motif hakeme (sapuan tanah liat putih dengan kuas), dan hakeme hitam yang berkilau keperakan memperlihatkan ketelitian sang seniman. Ia menjaga teknik tradisional sambil mengejar keindahan yang bisa dipakai sehari-hari.
| Riwayat | |
|---|---|
| 1985 | Lahir di Prefektur Kanagawa |
| 2009 | Lulus dari Ritsumeikan Asia Pacific University |
| 2017 | Setelah bekerja sebagai web director, berguru kepada Taki Nakazato di tungku Ryuta, Karatsu |
| 2020 | Mendirikan studio sendiri dan berkarya di Sagamihara, Prefektur Kanagawa |








































